Social Icons

Pages

Tampilkan postingan dengan label BKS. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label BKS. Tampilkan semua postingan

Selasa, 19 Juni 2012

Konsep Manajemen dalam BK

a. Konsep Manajemen
Istilah pengelolaan merupakan pengertian dari istilah Management (Inggris). Isitlah ini berasal dari bahasa Latin, Perancis dan Italia. Istilah itu sebagai berikut: manus, mano, manage/menege, maneggiare. Maneggiare berarti melatih kuda agar kaki kuda dapat melangkah dan menari seperti dikehendaki pelatihnya.
Oliver Sheldon dalam “Encyclopedia of the social Sciences” memberi batasan sebagai berikut: “Management may be defined as the process by which the execution of a given purpose is put into operation and supervised”. (Edwin R.A. Seligman, Encyclopedia of the Social Sciences, 1957:76).
Dari beberapa uraian di atas, maka yang dimaksud dengan manajemen adalah suatu proses mengupayakan sesuatu hal agar menjadi lebih efektif dan efisien melalui serangkaian pengelolaan yang memfasilitasi kerja/kinerja demi tercapainya suatu tujuan.

b. Fungsi Manajemen
Proses pengelolaan berdasarkan kepada tiga macam fungsi manajemen, atau ada orang yang menyebutkan pula bahwa fungsi-fungsi manajemen antara lain:
1)                  Perencanaan (planning);
2)                  Pelaksanaan (execution); dan
3)                  Penilaian (evaluation).

Pengembangan Program Bimbingan dan Konseling di Sekolah

Layanan bimbingan dan konseling merupakan kegiatan yang terencana berdasarkan pengukuran kebutuhan (need assessment) yang diwujudkan dalam bentuk program bimbingan dan konseling. Program bimbingan dan konseling di sekolah dapat disusun secara makro untuk 3 (tiga) tahun, meso 1 (satu) tahun dan mikro sebagai kegiatan operasional dan memfasilitasi kebutuhan-kebutuhan khusus. Program menjadi landasan yang jelas terukur layanan professional yang diberikan oleh konselor di sekolah.
Program bimbingan dan konseling disusun berdasarkan struktur program dan bimbingan konseling perkembangan. Struktur program bimbingan diklasifikasikan ke dalam empat jenis layanan, yaitu: (a) layanan dasar bimbingan; (b) layanan responsif; (c) layanan perencanaan individual; (d) layanan dukungan sistem.
1.   Layanan Dasar Bimbingan
a.   Pengertian
Layanan dasar bimbingan diartikan sebagai “proses pemberian bantuan kepada semua siswa (for all) melalui kegiatan-kegiatan secara klasikal atau kelompok yang disajikan secara sistematis dalam rangka membantu perkembangan dirinya secara optimal”.

Selasa, 12 Juni 2012

Pendidikan Karakter dalam Layanan Bimbingan dan Konseling

Pendidikan Karakter dalam Layanan Bimbingan dan Konseling’, itulah tema  materi yang saya sampaikan pada kegiatan Musyawarah Guru Bimbingan dan Konseling (MGBK) Kabupaten Kuningan, Selasa 04 Oktober 2011, bertempat di Aula SMP Negeri 3 Kuningan. Kegiatan Musyawarah Guru Bimbingan dan Konseling (MGBK) ini dilaksanakan sebagai  tindak lanjut dari  hasil MOU dengan LPMP Jawa Barat Tahun Anggaran 2011

Dalam kesempatan ini saya mengajak anda berdisikusi tentang apa, mengapa dan bagaimana pendidikan karakter, dikaitkan dengan layanan bimbingan dan konseling di sekolah. Beberapa point penting yang dapat  saya sampaikan kepada peserta, antara lain:
1. PENDIDIKAN KARAKTER DALAM BIMBINGAN DAN KONSELING:
  • Bimbingan dan Konseling merupakan bagian integral dari sistem pendidikan nasional, maka orientasi, tujuan dan pelaksanaan BK juga merupakan bagian dari orientasi, tujuan dan pelaksanaan pendidikan karakter.

Selasa, 05 Juni 2012

Konselor

              Konselor adalah seorang yang mempunyai keahlian dalam melakukan konseling. Berlatar belakang pendidikan minimal sarjana strata 1 (S1) dari jurusan psikologi pendidikan dan bimbingan (PPB), Bimbingan Konseling (BK), atau Bimbingan Penyuluhan (BP). Mempunyai organisasi profesi bernama Asosiasi Bimbingan Konseling indonesia (ABKIN). Melalui proses sertifikasi, asosiasi ini memberikan lisensi bagi para konselor tertentu sebagai tanda bahwa yang bersangkutan berwenang menyelenggarakan konseling dan pelatihan bagi masyarakat umum secara resmi. Konselor bergerak terutama dalam konseling di bidang pendidikan, tapi juga merambah pada bidang industri dan organisasi, penanganan korban bencana, dan konseling secara umum di masyarakat. Khusus bagi konselor pendidikan yang bertugas dan bertanggungjawab memberikan layanan bimbingan dan konseling kepada peserta didik di satuan pendidik (sering disebut Guru BP/BK atau Guru Pembimbing), ia tidak diwajibkan mempunyai sertifikat terlebih dulu.

Minggu, 03 Juni 2012

Kongres XVI ABKIN 2009

Kongres ABKIN pada tahun 2009 diselenggarakan, Hotel Satelit, Jalan Mayjen Sungkono 119 Surabaya, Tanggal 14-15 November 2009, kongres ini sesuai dengan AD dan ART ABKIN Bab XI pasal 29 ayat 2 mempunyai kewenangan bertujuan untuk: Menetapkan dan atau mengubah AD/ART ABKIN, Menetapkan Garis-garis Besar Program Nasional, Menilai pertanggungjawaban Pengurus Besar, Memilih, menetapkan dan melantik Pengurus Besar yang baru, Menetapkan keputusan-keputusan lain yang dianggap perlu.
Bab XI Pasal 29 ayat 3 menyatakan bahwa acara kongres paling tidak memuat:
      • Laporan pertanggungjawaban Pengurus Besar ABKIN (dalam sidang pleno)
      • Pandangan umum masing-masing Pengurus daerah terhadap isi laporan pertanggungjawaban Pengurus Besar ABKIN (dalam sidang pleno)
      • Penetapan Garis-garis besar program nasional (sidang komisi program)
      • Pemilihan, penetapan dan pelantikan Pengurus Besar ABKIN yang baru (ART, pasal 29 ayat 4)
      • Pembahasan perubahan AD/ART (sidang komisi organisasi)
      • Sidang-sidang komisi terhadap materi yang dipandang perlu
      Adapun
      peserta dalam kegiatan kongres kali ini adalah Pengurus Besar, Unsur Pengurus daerah, Unsur Pengurus Cabang, Unsur Dewan Pembina, Unsur Dewan Pertimbangan Kode Etik Bimbingan dan Konseling dan Unsur Divisi-Divisi dari seluruh Indonesia.

      Pada kongres kali ini Anggaran dasar dan Anggaran Rumah Tangga ABKIN diperbaiki dan dilengkapi sesuai dengan perkembangan dan kebutuhan organisasi.
      Sala satu perubahan yaitu dimasukkannya Ikatan Konselor Indonesia (IKI) menjadi divisi ABKIN (Pasal 23 Ayat 5; F) , meskipun dalam kongres terdahulu di Lampung dan Semarang pernah diusulkan, namun baru pada kongres di Surabaya IKI baru bisa masuk ke Divisi ABKIN.
      Selain itu juga di masukkannya DEWAN AKREDITASI DAN LISENSI kedalam ART pada BAB IX ayat 29
      Selain itu pada kegiatan kongres ini terbentuknya Pengurus Baru ABKIN Priode 2009-2013 dengan susunan sebagai berikut:

      Kamis, 31 Mei 2012

      Bimbingan Konseling Kekolah

      A. PENGERTIAN BIMBINGAN DAN KONSELING Kata bimbingan dan konseling selalu digabungkan, karena keduanya berjalan berkesinambungan. Kata bimbingan berasal dari guidance yang menurut Sertzer dan Stoner (dalam Afifudin, 2010) mempunyai arti to direct, pilot, manager or steer, artinya: menunjukkan, mengarahkan, menentukan, mengatur, dan mengemudikan. Konseling merupakan jantung dari sebuah pelaksanaan bimbingan, biasanya dilakukan oleh para ahli yang mengkhususkan diri mempelajari tehnik dan strategi melakukan pelayanan bimbingan. Sehingga dapat disimpulkan bahwa bimbingan dan konseling tidak dapat dipisahkan, karena bimbingan adalah proses pemberian layanan bagi individu, sedangkan konseling adalah tehnik melakukan bimbingan (Kartadinata, 2007) 
       

      Sample text

      Sample Text

      Sample Text